Selasa, 21 Oktober 2008

Pelaksanaan Wawancara

Pada tahap ini, terdapat beberapa hal yang penting untuk diperhatikan.

1. Datang tepat pada waktu yang telah disepaakti.

2. Memperhatikan penampilan.

3. Datang dengan persiapan dan pengetahuan masalah.

4. Sebaiknya mengemukakan alasan kedatangan (maksud dan tujuan) sebagai pengantar ataupun basa-basi untuk menjaga suasana psikologis interviewee.

5. Pertanyaan hendaknya dimulai dengan hal-hal umum (secara garis besar), dan setiap pertanyaan mengarahkan narasumber pada inti persoalan.

6. Pertanyaan tidakbersifat interogatif atau terkesan memojokkan interviewee sebagai “terdakwa”, dan hindari sebisa mungkin perkataan yang cenderung “menggurui”.

7. Dengarkan jawaban dengan baik, dan boleh menyela jika interviewee menyimpang dari topic wawancara. Dan sebaiknya, selaan dilakukan ketika interviewee dalam keadaan rileks.

8. Siapkan catatan. Jangan ragu untuk menuliskan dan mengajukan pertanyaan baru yang muncul saat mendengarkan pembicaraan interviewee. Sebab, dalam proses wawancara kadang muncul masalah baru yang bisa dikembangkan. Dengan kata lain, pewawancara harus siap mengembangkan masalah asalkan masih berkaitan dengan tema yang dibicarakan.

Selain itu, pelaksanaan wawancara akan lebih baik jika pewawancara mengenal baik biografi interviewee, jabatannya, wataknya, hobinya, dan lain-lain menyangkut diri narasumber. Adapun hal-hal yang harus dihindari selama wawancara, antara lain jangan menjilat, sok akrab, dan menjual nama orang.

Satu hal lain yang tak kalah pentingnya yaitu harus menghormati sesuatu yang dinyatakan off the record atau for your eyes only. Kode Etik Jurnalistik pun menggariskan (pasal 5 ayat 2), keterangan-keterangan yang diberikan secara off the record tidak (boleh) disiarkan, kecuali apabila wartawan yang bersangkutan secara nyata-nyata dapat membuktikan bahwa ia sebelumnya memiliki keterangan-keterangan yang kemudian ternyata diberikan secara off the record itu.

Selesai melakukan wawancara, sebaiknya langsung menuliskan (transkrip) hasilnya. Jika penulisan ditunda-tunda, maka dapat mengganggu kesegaran atau daya ingat pewawancara, yang berakibat pada kekurangan atau kekeliruan penulisan hasil wawancara tersebut. Jika ada pernyataan/kata-kata yang meragukan, bisa ditanyakan kembali atau dikonfirmasi kepada interviewee. Jika tidak memungkinkan, bisa menanyakannya kepada sumber lain.

0 komentar: