Teras berita, disebut pula lead, adalah bagian berita yang terletak di alinea atau paragraf pertama. Teras berita merupakan bagian dari komposisi atau susunan berita, yakni setelah judul berita (head) dan sebelum badan berita (news body).
Teras berita umumnya disusun dalam bentuk :
· Summary lead atau conclusion lead (teras berita yang menyimpulkan dan dipadatkan). Contoh: Kepala Negara, Ahad (1/7), mengisi hari liburnya dengan kgiatan santai di Kebun Raya dan Taman Safari Bogor.
· Statement lead (teras berita berupa pernyataan). Contoh Kapolri menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus Udin hingga pembunuhnya tertangkap (tapi sayang entah kapan?—red).
· Quotation lead ( teras berita kutipan). Contoh: “Penyebar isu menyesatkan harus diusut dan dihukum,” demikian dikatakan Kepala Negara, kemarin, menanggapi munculnya isu-isu yang meresahkan masyarakat belakangan ini.
· Contrast lead (teras berita kontras). Contoh: Bogor, yang berjuluk kota hujan, untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir ini dilanda kemarau. Warga merasakan kesulitan mendapatkan air bersih.
· Exclamation lead (teras berita yang menjerit). Contoh: “Tidak…………!” demikian teriak histeris terdakwa AP, mendengar putusan hakim yang memvonisnya dengan hukuman mati.
Mengenai penulisan teras berita ini, ada sepuluh pedoman yang dikeluarkan PWI Pusat, sebagai berikut:
1. Teras berita yang menempati alinia pertama harus mencerminkan pokok terpenting berita. Alinia pertama dapat terdiri dari satu kalimat atau lebih, akan tetapi sebaiknya jangan sampai melbihi tiga kalimat.
2. Teras berita jangan mengandung lebih dari 30 – 45 kata.
3. Teras berita harus ditulis semenarik mungkin dan sebaik-baiknya, sehingga:
§ Mudah ditangkap dan cepat dipahami.
§ Kalimatnya singkat, sederhana, susunan bahasanya memenuhi prinsip ekonomi bahasa, dan menjauhkan kata mubazir.
§ Satu gagasan dalam satu kalimat.
§ Dibolehkan memuat lebih dari satu unsur 5W+1H.
4. Hal yang tidak mendesak, berfungsi sebagai pelengkap, hendaknya dimuat dalam badan berita.
5. Teras berita lebih baik mengutamakan unsur “apa” (what).
6. Teras berita juga dapat dimulai dengan unsur “siapa” (who). Tetapi, bila unsur siapa itu kurang menonjol, sebaiknya dimut pada badan berita.
7. Teras berita jarang menonjolkan unsur “kapan/bilamana” (when), kecuali bila unsur itu punya makna makna khusus dalam berita itu.
8. Bila harus memilih dari dua unsur, yakni unsur tempat (where) dan waktu (when), maka pilihlah unsur tempat dulu, baru waktu.
9. Unsur lainnya, yakni bilamana dan mengapa, diuraikan dalam badan berita, tidak dalam teras berita.
10. Teras berita dapat dengan kutipan pernyataan seseorang (quotation lead), asalkan kutipan itu tidak berupan kalimat panjang. Pada alinia berikutnya, tulis nama orang itu, tempat, serta waktu dia membuat pernyataan itu.
Berikut contoh-contoh teras berita berdasarkan penonjolanm salah satu unsur dari rumusan 5W+1H.
- Teras berita apa (what).
Gedung Islamic Centre
- Teras berita siapa (who).
Gubernur Jawa Barat HR Nuriana (who) meresmikan penggunaan Gedung Islamic Centre Bandung kemarin.
- Teras berita di mana (where).
Di Gedung Islamic Centre Jl. Diponegoro
- Teras berita kapan (when).
Mulai besok (when) para nasabah 16 bank yang terlikuiditasi dapat mencairkan uang simpanannya di bank-bank yang telah ditunjuk.
- Teras berita mengapa (why).
Untuk memulihkan kondisi fisik yang kelelahan (why), Kepala Negara akan beristirahat selama 10 hari atas anjuran tim dokter.
- Teras berita bagaimana (how).
Melalui pendidikan dan pelatihan wartawan (how), PWI terus berupaya meningkatkan profesionalisme anggotanya.
0 komentar:
Posting Komentar