Dalam menulis berita, seorang reporter/wartawan mengacu kepada “karakteristik utama” berita layak muat yang telah dibicarakan dimuka, untuk kemudian dipadukan dengan “rumus umum” penulisan sebuah berita (reportase atau laporan), agar tercipta sebuah berita yang lengkap dan tidak membuat pembaca bertanya-tanya.
Rumus umum dimaksud dikenal dengan 5W+1H, kependekan dari :
§ What : apa yang terjadi.
§ Where : dimana hal itu terjadi.
§ When : kapan peristiwa itu terjadi.
§ Who : siapa yang terlibat dalam kejadian itu.
§ Why : kenapa hal itu terjadi, dan
§ How : bagaimana peristiwa itu terjadi.
Rumusan 5W+1H untuk Indonesia adalah 3A-3M, kependekan dari Apa, meng-Apa, bila-Mana, di Mana, dan bagai-Mana.
The art of writing (seni melukis) merupakan hal penting untuk menjadikan berita lebih menarik dan (enak) dibaca/didengar orang. Kita dapat memilah dan memilih mana yang akan dikedepankan dalam berita itu. Apakah “apa-nya, “siapa-nya, atau lainnya.
Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam penulisan berita, sebagaimana yang tertera dalam Kode Etik Jurnalistik, antara lain:
q Berita diperoleh dengan cara jujur.
q Meneliti kebenaran suatu berita atau keterangan sebelum menyiarkan (check and recheck).
q Sebisanya membedakan antara kejadian (fact) dan pendapat (opinion).
q Menghargai dan melindungi kedudukan sumber berita yang tidak mau disebut namanya. Dalam hal ini, seorang wartawan tidak boleh memberi tahu dimana ia mendapat beritanya jika orang yang memberikannya meminatnya untuk merahasiakannya.
q Tidak memberitakan keterangan yang diberikan secara off the rcord (for your eyes only).
q Dengan jujur menyebut sumbernya dalam mengutip berita atau tulisan dri suatu
0 komentar:
Posting Komentar